Minggu, 06 November 2011

guru honorer: pendidik dan tenaga kependidikan

guru honorer: pendidik dan tenaga kependidikan: Masih ingat lagu Umar bakri. Umar bakri di lagu berbeda jauh dengan bakri group yang kaya raya. Masihkah guru umar bakri di era reformasi in...

Selasa, 25 Oktober 2011

GURU WIYATA BAKTI/ HONORER


Pada dasarnya seorang guru tahu bahwa ketika masuk menjadi calon guru tidaklah berharap banyak tentang finansial. Terbukti masih sekian banyak guru GURU HONORER yang bertahan menjadi GURU meski penghasilannya tidak cukup untuk menghidupi keluarga.

Jumat, 21 Oktober 2011

pendidik dan tenaga kependidikan

Masih ingat lagu Umar bakri. Umar bakri di lagu berbeda jauh dengan bakri group yang kaya raya. Masihkah guru umar bakri di era reformasi ini? jawabannya tentu saja "masih ada" . Bagi yang bekerja di luar Instansi Pendidikan mungkin akan menjawab "tidak ada" karena 1. dana APBN untuk pendidikan lebih dari 20% , 2. Sertifikasi Guru. Tapi realita di lapangan masih banyak guru yang situasi dan kondisinya masih sama dengan apa yang diilustrasikan di lagu umar bakri oleh iwan fals.
SERTIFIKASI GURU, Niat baik pemerintah untuk mensejahterakan guru harus mendapatkan apresiasi yang tinggi baik oleh guru maupun oleh masyarakat luas. Logika yang seketika muncul, dengan sertifiksi guru maka guru akan meningkat kesejahteraannya sehingga meningkatkan etos kerja dalam mengajar dan mendidik seluruh anak bangsa. Tapi realita yang muncul menurut pengamatan penulis adalah memang betul guru semakin sejahtera, tapi itu adalah sebagian kecil saja sehingga membuat kecemburuan yang tinggi dalam satu instansi/ sekolah bukan berarti penulis iri dengan guru yang sudah sertifikasi. Hal-hal yang muncul semenjak ada sertifikasi:
1. Guru sertifikasi meningkat etos kerjanya, peningkatan itu dapat dilihat dengan semakin tambah usia semakin besar beban mengajarnya yakni dari 18 jam menjadi 24 jam
2. Guru sertifikasi berkurang hutangnya, hal ini dapat dilihat dengan lolos sertifikasi berarti mendapatkan tunjangan sebesar gaji pokok
3. Ada juga guru sertifikasi yang menurun etos kerja untuk mengajar/mendidik, yang masuk kategori ini adalah guru yang terlampau kecapaian dikarenakan bisnis sampingan yang di ayahi (bhs jawa) /dikerjakan sendiri mengingat guru sertifikasi yang tidak memiliki hutang, akan memiliki modal dari rapelan tunjangan sertifikasi.
4. Point 3 mengakibatkan guru non sertifikasi/yang belum sertifikasi menurun etos kerjanya, mengingat manusia memiliki rasa iri.